Supported by :  

Catatan Dari WCG Chengdu: XCN Match

Sejak pertama tim XCN mengetahui bahwa mereka akan satu bracket dengan Swedia, China dan Brazil, pertarungan pertama mereka di babak penyisihan akan menjadi neraka tersendiri. Betapa tidak, Swedia dan Brazil terkenal kuat dan keduanya pernah menjadi juara dunia WCG di tahun-tahun sebelumnya. China pun, sebagai pihak tuan rumah, pastinya tidak akan segan-segan menunjukkan taring dan cakar mereka.


Photobucket


Match 01: XCN vs fnatic (Sweden)

Pertarungan antara XCN dengan fnatic bisa dibilang adalah pertarungan yang paling tajam. Meski telah mengeluarkan semua strategi mereka, tim XCN berkali-kali harus menerima pil pahit kekalahan. Setelah bertarung sengit, fnatic akhirnya menang telak dengan skor 5-25.


Skor tersebut tampaknya tidak mengagetkan tim XCN. Ketika ditanya, bagaimana rasanya melawan tim juara dunia WCG 2008 tersebut, IJAL berkata, “Rasanya seru, kapan lagi ngerasain lawan juara satu dunia.” Masih menurut IJAL, f0rest (Patrik Lindberg) adalah anggota fnatic paling tangguh yang pernah dihadapi olehnya.


Tentunya setelah menghadapi tim tertangguh di ajang WCG 2009, sebagai tim yang akan menghadapi China di match kedua, XCN mengambil satu atau dua pelajaran yang bisa diterapkan untuk melawan tim tuan rumah, sekaligus juara 3 dunia WCG 2008 tersebut. Seperti yang diutarakan oleh Paulus dari XCN sesaat seusai pertandingan melawan fnatic, “Ya, kita musti lebih kompak, dan komunikasi harus jalan terus.”


Sebagai manajer tim XCN, Andrian sudah memprediksi kekalahan ini, ketika ditanya bagaimana perasaannya, ia menjawab “Cukup mengecewakan. Kita juga tidak expect terlalu banyak. Tapi nggak nyangka bakal dibantai,” ujarnya. “Tapi mereka juara dunia. Sekarang kita berharap agar dapat poin lebih banyak.”


Match 02: XCN vs wNv.Cn (China)

Beberapa saat sebelum pertarungan antara XCN vs wNv.Cn, Andrian sempat berkomentar bahwa timnya akan memberikan perlawanan kuat dalam menghadapi tim sang tuan rumah. “Tim Cina sudah mulai dapat feelnya, kayaknya kita bisa kasih perlawanan. Kita yakin kok,” ungkapnya serius.


Ketika pertandingan dimulai, tampaknya ucapan Andrian mulai terwujud. Berbeda dengan saat melawan fnatic, tim XCN tampak lebih gigih dan berkali-kali memenangkan pertarungan. Di babak pertama tim XCN bahkan sempat unggul dan menelurkan kemenanggan berturut-turut. Sayang, pada akhirnya, mereka harus puas dengan skor akhir 11-19.


Kekecewaan jelas tampak di raut wajah para anggota tim XCN. Semangat yang tadinya sempat terlihat menyala, kini padam dan muram. Selain dua kekalahan berturut-turut, kondisi perut kosong dan udara yang dingin semakin memperburuk mood mereka. Betapa tidak, mereka telah berlatih dan bertanding sejak pukul 11 pagi. Kedua pertandingan baru usai ketika waktu menunjukkan pukul 3 sore. Dengan kondisi seperti itu, tim XCN menyambut waktu istirahat satu jam yang diberikan oleh panitia, untuk mencari makan siang telat ke luar venue.


Match 03: XCN vs Firegamers (Brazil)

Tepat pukul 4 sore, tim XCN sudah kembali ke meja mereka. Tampak sedikit lebih bersemangat, kini saatnya mereka melawan tim Firegamers. Tim asal negri samba yang terdiri dari nak_ (Renato Nakano), bruno1 (Bruno Ono), prd_ (Arthur Silva), fln_ (Gabriel Sguario), dan fnx_ (Lincoln Lau) ini kalah dalam toss koin. Karena itu, tim XCN medapat kesempatan untuk menjadi Teroris di ronde pertama. IMOTED (Ferdinand Putra) dari XCN tampak puas dengan hasil tersebut dan sempat melemparkan senyum kepada sesama anggota timnya.


Berbekal semangat baru tersebut, XCN pun memulai pertandingan dengan lebih hati-hati dan saling berstrategi. Tapi sayang, tampaknya Firegamers bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan, bahkan ketika mereka berhasil menjadi teroris di babak pertama. Pertarungan berakhir dengan skor yang cukup menyakitkan; 3-27.


Dengan skor tersebut, pupuslah sudah impian XCN untuk masuk ke babak berikutnya. Meski demikian, mereka tetap berusaha untuk tampak tegar untuk menghadapi Blight.ca (Canada) di pertandingan terakhir mereka.


Match 04: XCN vs Blight.ca (Canada)

Diluar dugaan, kali ini tim XCN tampak menunjukkan perlawanan yang cukup sengit. Beberapa kali mereka sempat memenangkan pertarungan, dan beberapa senyum tampak menghiasi wajah-wajah yang tadinya tampak muram.


Hingga berita ini diturunkan, penulis belum mendapatkan informasi skor terakhir pertarungan XCN vs Blight, baik dari www.wcg.com, ataupun dari salah satu anggota tim XCN. Mungkin karena terlalu fokus pada permainan, tidak ada satupun dari mereka yang ingat berapa angka persisnya. Yang jelas, pertarungan terakhir ini terasa lebih imbang dan XCN hanya kalah tipis dari rivalnya.


Photobucket


End Result

Grup B, atau grup neraka yang dihuni oleh tim-tim terkuat dunia dimana XCN berada akhirnya memutuskan  fnatic dari Swedia dan wNv.cn sang tuan rumah untuk maju ke babak selanjutnya. Tim Firegamers, Brazil yang meski sama-sama menang 3-1, tidak berhasil maju karena perbedaan skor sedikit lebih kecil dari tim China. [RATNA/megindo]

First  1, 2, 3, 4, 5  Last 
banner