Inovasi terdepan selalu ditonjolkan oleh Esia, mulai dari ponsel bundling dengan harga hemat hingga program paket layanan termurah dan produk-produk 'merakyat'. Setelah sukses meluncurkan produk BisPak, tepat tanggal 7 Oktober Esia kembali memperkenalkan produknya terbarunya, Esia Suka-Suka. Ini adalah kartu perdana pertama di dunia yang dijual tanpa nomor yang telah ditentukan alias bebas memilih nomornya yang Anda sukai. Ya, Anda bebas memilih nomor telepon suka-suka Anda. Nomor yang dipilih bisa disesuaikan dengan tanggal lahir, hari pernikahan, maupun nomor-nomor yang mudah Anda ingat.
“Sekali lagi Esia buktikan diri sebagai pelopor untuk produk-produk yang seru-seru dan inovatif. Setelah kemarin kita keluarkan Esia Bispak dimana pelanggan Esia bisa buktikan sendiri betapa murahnya tarif telepon Esia, nah kali ini masyarakat luas bisa pilih sendiri nomor teleponnya. Nggak perlu ribet, tinggal pilih mau telepon, jalur internet atau datang ke gerai Esia, nomor yang dikehendaki langsung ditangan.“, ujar Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk.
Menurut Erik kini sudah bukan jamannya lagi masyarakat harus keliling toko dan bertanya kiri-kanan hanya untuk mendapatkan sebuah nomor telepon seperti yang dikehendakinya. Dengan produk ini, masyarakat tinggal membeli kartu perdana Esia Suka-Suka dimana saja, sedangkan nomornya pilih sendiri. Ada tiga cara untuk mendapatkan nomor yang dikehendaki yaitu pertama dengan menghubungi *228 , kedua melalui jalur internet dengan mengklik www.myesia.com/sukasuka atau ketiga datang sendiri ke gerai Esia yang ada dikotanya masing-masing.
Melalui produk Esia Suka-Suka, Bakrie Telecom ingin sekali lagi mengingatkan komitmennya untuk memberikan ruang yang lebih luas pada masyarakat menentukan sendiri, baik tarif, nomor telepon atau pun pilihan ponsel dan fitur-fitur yang dikehendakinya. Anda tertarik? [Octa]
Michael Moore muncul di Venice Film Festival untuk mempromosikan film dokumenter terbarunya, Capitalism: A Love Story dan dengan terang-terangan mengkritik distributor filmnya, Paramount. Menurut pembuat film dokumenter ini ia heran dengan perusahaan yang tidak suka dengan dirinya tapi terus membiayai filmnya. Selain itu ia juga mengatakan bahwa studio besar hanya peduli dengan uang dan tak peduli dengan ideologi. Filmnya sendiri mengenai sistem keuangan Amerika dan kebobrokan di dalamnya yang menyebabkan krisis keuangan global. [Takdir]
Millennium Films akhirnya memberi lampu hijau untuk proyek film kelimaRambo di mana aktor Sylvester Stallone akan kembali memerankan karakter utama serta duduk diposisi sutradara. Kabarnya, film kelima ini akan mengangkat tema seputar perdagangan manusia, jaringan pengedar narkotik, serta upaya penyelamatan seorang gadis muda yang diculik di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko. Produksi sendiri direncanakan akan dimulai pada musim semi ini. -Raflein